Catenaccio Ketahanan Alat Kesehatan ala Lucia Rizka Andalucia

admin | 06 Jan 2026 | 242 views
Catenaccio Ketahanan Alat Kesehatan ala Lucia Rizka Andalucia

Oleh: Irfan Yanis
Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Bimbingan Teknis
Editor: Subadri
Kepala BPAFK Jakarta


Dalam sepak bola Italia, strategi bertahan dikenal dengan istilah catenaccio. Ia kerap dipersepsikan defensif, bahkan kurang atraktif. Namun justru dari disiplin pertahanan inilah sebuah tim bisa bertahan menghadapi tekanan terberat. Catenaccio bukan tentang bermain aman tanpa visi, melainkan tentang memastikan sistem tetap kokoh dalam kondisi paling sulit.

Pelajaran serupa relevan ketika kita berbicara tentang ketahanan alat kesehatan nasional. Pandemi COVID-19 menjadi pengalaman kolektif yang membuka mata banyak pihak. Saat rantai pasok global terganggu, ketersediaan alat kesehatan menjadi persoalan serius. Negara-negara yang tidak menyiapkan pertahanan sistem sejak awal harus membayar mahal.

Dalam konteks inilah kepemimpinan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalucia, dapat membaca. Pembentukan dan penguatan Direktorat Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan menunjukkan pergeseran cara pandang: dari sekadar respons darurat menuju pembangunan pertahanan sistem yang berlapis dan berkelanjutan.

Langkah-langkah yang ditempuh mungkin tidak selalu terlihat spektakuler. Penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, pembenahan distribusi nasional, serta “ditariknya” peran pengujian/kalibrasi, dan sertifikasi kerap terdengar teknis dan jauh dari hiruk-pikuk wacana publik. Namun justru di sanalah ketahanan dibangun.

Bagi masyarakat, dampak dari pendekatan ini sesungguhnya sangat nyata. Ketersediaan alat kesehatan menjadi lebih terjamin, mutu produk lebih terjaga, dan negara tidak mudah panik ketika krisis datang. Pertahanan sistem yang kuat bekerja dalam diam, tetapi manfaatnya dirasakan ketika situasi genting.

Catenaccio sering dikritik karena dianggap terlalu berhati-hati. Namun dalam urusan kesehatan publik, kehati-hatian justru merupakan bentuk tanggung jawab. Negara tidak boleh menunggu krisis untuk berbenah. Pertahanan harus dibangun sebelum ancaman benar-benar datang.

Ketahanan alat kesehatan pada akhirnya bukan sekadar urusan kebijakan teknis. Ia adalah fondasi rasa aman masyarakat. Ketika alat kesehatan tersedia dan mutu terjamin, pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih tenang dan berkelanjutan.

Catenaccio ketahanan alat kesehatan ala Lucia Rizka Andalucia menunjukkan bahwa strategi bertahan bukan tanda kelemahan, melainkan pilihan sadar untuk melindungi. Dalam dunia yang semakin rentan terhadap krisis, pertahanan sistem inilah yang justru menjadi kunci keberlanjutan.

Dalam dunia yang kian rapuh oleh krisis, ketahanan alat kesehatan bukan tentang kebijakan yang ramai dibicarakan, melainkan tentang sistem yang bekerja tanpa banyak suara, sebuah difesa silenziosa (pertahanan bekerja dalam senyap) yang menjaga keselamatan publik jauh sebelum ancaman datang.

Butuh Bantuan?
Klik disini
Mulai Percakapan
Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan di WhatsApp

Layanan pesan text(chat) dibuka pada jam kerja 07:30 - 16:00