Mengapa Alat Kalibrator Juga Harus Dikalibrasi? Belajar dari Sistem VAR dalam Sepak Bola

Timoti Gosal | 24 Jul 2026 | 10 views
Mengapa Alat Kalibrator Juga Harus Dikalibrasi? Belajar dari Sistem VAR dalam Sepak Bola

Pernahkah kita bertanya, siapa yang memastikan bahwa alat untuk mengukur itu sendiri benar?

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi dasar dari seluruh proses kalibrasi. Dalam dunia kesehatan, keakuratan hasil pengukuran tidak hanya bergantung pada alat kesehatan yang digunakan, tetapi juga pada alat yang digunakan untuk menguji alat kesehatan tersebut.

Agar lebih mudah dipahami, mari kita ambil contoh dari dunia sepak bola.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertandingan sepak bola modern tidak lagi hanya mengandalkan keputusan wasit di lapangan. Kini ada teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang membantu memastikan apakah terjadi offside, handball, atau pelanggaran yang mungkin luput dari pengamatan wasit.

Banyak orang menganggap bahwa selama ada VAR, keputusan pertandingan pasti benar. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Bayangkan jika kamera VAR tidak presisi, garis offside bergeser beberapa sentimeter, atau sistem waktunya mengalami kesalahan. Alih-alih membantu, VAR justru bisa menghasilkan keputusan yang keliru. Oleh karena itu, seluruh perangkat VAR harus dipastikan akurat melalui proses pemeriksaan dan pengujian secara berkala.

Prinsip yang sama berlaku di laboratorium kalibrasi.

Misalnya sebuah inkubator bayi akan dikalibrasi. Penguji tidak langsung melihat suhu inkubator begitu saja, melainkan menggunakan Incubator Analyzer sebagai alat pembanding. Analyzer inilah yang menentukan apakah suhu inkubator masih sesuai spesifikasi atau sudah mengalami penyimpangan.

Lalu muncul pertanyaan berikutnya.

Siapa yang menjamin bahwa Incubator Analyzer tersebut benar?

Jawabannya adalah Lab kalibrasi alat ukur standar dan kalibrator alat kesehatan.

Di laboratorium inilah berbagai alat kalibrator seperti Incubator Analyzer, Electrical Safety Analyzer, Defibrillator Analyzer, Digital Pressure Meter, Flow Meter, hingga berbagai alat ukur standar lainnya dikalibrasi menggunakan standar yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.

Proses tersebut tidak berhenti di sana. Alat ukur standar yang dimiliki laboratorium pun harus memiliki ketertelusuran (traceability) menuju standar nasional, bahkan hingga standar internasional melalui rantai kalibrasi yang tidak terputus.

Inilah mengapa keberadaan Lab kalibrasi alat ukur standar dan kalibrator alat kesehatan memiliki peran yang sangat penting. Laboratorium ini bukan sekadar tempat mengkalibrasi alat, tetapi menjadi fondasi yang menjaga kepercayaan terhadap seluruh hasil pengukuran.

Apabila alat kalibrator tidak lagi akurat, maka hasil kalibrasi alat kesehatan pun menjadi diragukan. Dan apabila hasil kalibrasi diragukan, maka keselamatan pasien juga dapat ikut dipertaruhkan.

BPAFK Jakarta menjadi UPT Kementerian Kesehatan pertama yang memiliki Lab kalibrasi alat ukur standar dan kalibrator alat kesehatan dengan berbagai parameter kalibrasi, seperti tekanan positif dan negatif, besaran kelistrikan (tegangan, arus, dan tahanan), waktu dan frekuensi, volume mikro, aliran cairan (flow), suhu, massa, hingga alat ukur radiasi. Kehadiran laboratorium ini memperkuat sistem ketertelusuran pengukuran sehingga pelayanan kalibrasi alat kesehatan semakin andal, akurat, dan dapat dipercaya.

Pada akhirnya, konsep ini dapat disederhanakan dalam satu kalimat yang mudah dipahami siapa pun.

 

Dalam sepak bola, VAR memastikan keputusan wasit tetap akurat. Dalam pelayanan kesehatan, Lab kalibrasi alat ukur standar dan kalibrator alat kesehatan memastikan alat kalibrator tetap akurat. Karena pada akhirnya, pengukur pun harus diukur.

Butuh Bantuan?
Klik disini
Mulai Percakapan
Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan di WhatsApp

Layanan pesan text(chat) dibuka pada jam kerja 07:30 - 16:00