BPAFK Jakarta Gelar Workshop Lean Six Sigma, Dorong Efisiensi, Peningkatan Kualitas Layanan, dan Optimalisasi Pendapatan BLU

Timoti Gosal | 19 Oct 2026 | 91 views
BPAFK Jakarta Gelar Workshop Lean Six Sigma, Dorong Efisiensi, Peningkatan Kualitas Layanan, dan Optimalisasi Pendapatan BLU

Ciloto, Jawa Barat, 17 Oktober 2026* – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Jakarta menyelenggarakan Workshop Lean Six Sigma: Meningkatkan Produktivitas dan Orientasi Pelanggan di BPAFK Jakarta pada Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026, bertempat di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya kerja yang efektif, meningkatkan produktivitas, serta mendorong efisiensi dan optimalisasi pendapatan melalui perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BPAFK Jakarta, Subadri, S.T., M.Si., yang menyampaikan paparan mengenai rencana pengembangan BPAFK Jakarta hingga tahun 2030. Paparan tersebut memberikan arah strategis bagi organisasi sekaligus memperkuat pemahaman pegawai bahwa pencapaian tujuan organisasi memerlukan keselarasan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja yang berorientasi pada hasil.

Dalam kesempatan tersebut, BPAFK Jakarta juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang menunjukkan kinerja unggul dan inovasi. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi, dedikasi, dan kreativitas pegawai dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi. Pemberian penghargaan diharapkan dapat memotivasi seluruh pegawai untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil.



*Lean Six Sigma menjadi fokus utama workshop* sebagai pendekatan sistematis untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui pengurangan pemborosan, penyederhanaan proses, pengendalian variasi, dan peningkatan kualitas hasil kerja. Prinsip Lean mendorong organisasi menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, sedangkan Six Sigma membantu mengurangi kesalahan dan variasi proses agar layanan menjadi lebih konsisten, tepat waktu, dan berkualitas.



Bagi BPAFK Jakarta, penerapan Lean Six Sigma tidak hanya diarahkan pada perbaikan cara kerja, tetapi juga pada penciptaan manfaat organisasi yang terukur. Upaya tersebut mencakup tiga sasaran utama, yaitu *efisiensi biaya, peningkatan kualitas layanan, dan optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).*

Dari sisi efisiensi, Lean Six Sigma mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal, pengurangan pekerjaan berulang, penyederhanaan alur administrasi, serta penggunaan waktu, tenaga, dan fasilitas secara lebih produktif. Melalui proses kerja yang semakin efektif, organisasi diharapkan mampu mengendalikan biaya operasional tanpa mengurangi standar mutu pelayanan.

Dari sisi kualitas layanan, pendekatan ini mendorong perbaikan proses berdasarkan kebutuhan pengguna layanan. Identifikasi hambatan, pengurangan kesalahan, kepastian waktu penyelesaian, dan penguatan koordinasi antarunit menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan pengujian, kalibrasi, dan pengamanan alat serta fasilitas kesehatan yang profesional, konsisten, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, dari sisi pendapatan BLU, peningkatan produktivitas dan kualitas proses diharapkan dapat memperkuat kemampuan BPAFK Jakarta dalam mengoptimalkan kapasitas layanan yang tersedia, mempercepat penyelesaian pekerjaan, meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan, serta mengembangkan pemanfaatan layanan unggulan. Perbaikan proses bisnis juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan pengguna layanan, memperkuat kemitraan, dan mengembangkan layanan tambahan sesuai kompetensi, kebutuhan pasar, serta ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, peningkatan pendapatan tidak semata-mata ditempuh melalui penambahan volume pekerjaan, tetapi juga melalui proses yang lebih efisien, kapasitas yang dimanfaatkan secara optimal, kualitas yang terjaga, dan pengalaman pelanggan yang semakin baik. Efisiensi biaya dan pertumbuhan pendapatan diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga mendukung keberlanjutan dan penguatan kinerja keuangan BLU BPAFK Jakarta.

Selain pembahasan Lean Six Sigma, workshop ini menghadirkan *Rudi Bastaman (Kang Rubas) dan Tri Budi Gunawa (Kang TB)* yang menyampaikan materi Budaya Kerja Kementerian Kesehatan. Materi ini memperkuat pemahaman pegawai mengenai pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada hasil, meningkatkan kolaborasi, serta menerapkan cara kerja yang lebih efektif dan produktif.

Penguatan budaya kerja tersebut menjadi landasan penting dalam penerapan Lean Six Sigma. Perubahan budaya kerja diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan mengevaluasi proses, mengidentifikasi pemborosan, menyelesaikan permasalahan berdasarkan data, serta melakukan perbaikan secara konsisten. Dengan demikian, setiap pegawai memiliki peran dalam mendorong efisiensi, menjaga kualitas layanan, dan mendukung optimalisasi pendapatan BLU.

Pelaksanaan workshop selama dua hari ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat *eksekusi efektif*, yaitu memastikan bahwa rencana dan gagasan perbaikan diterjemahkan menjadi tindakan nyata, memiliki indikator keberhasilan yang terukur, serta menghasilkan manfaat bagi organisasi dan pengguna layanan. Kolaborasi antarunit, kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas, dan komitmen terhadap hasil menjadi faktor penting untuk memastikan setiap inisiatif perbaikan memberikan dampak nyata.

Melalui workshop ini, BPAFK Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan Lean Six Sigma sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan penguatan tata kelola organisasi. Penerapannya diharapkan mampu menciptakan proses kerja yang lebih ramping, biaya yang lebih terkendali, layanan yang semakin berkualitas, serta pendapatan BLU yang semakin optimal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPAFK Jakarta dalam mewujudkan rencana pengembangan organisasi hingga tahun 2030, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memberikan pelayanan pengamanan alat dan fasilitas kesehatan yang profesional, efisien, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

*BPAFK Jakarta — Trusted Partner for safety & Quality.

Butuh Bantuan?
Klik disini
Mulai Percakapan
Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan di WhatsApp WhatsApp

Layanan pesan text (chat) dibuka pada jam kerja 07:30 - 16:00